-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Kiat Sederhana Menurunkan Stock Material Di Gudang

Post a Comment


Dalam artikel kali ini saya akan mengangkat topik yang cukup penting yakni Kiat Sederhana Menurunkan Stock Material Di Gudang. Silahkan baca uraiannya di bawah ini agar anda lebih paham dan lebih mengerti lagi tentang bagaimana kiat - kiat untuk menurunkan stock material.

Tugas seorang kepala gudang selain berupaya mencegah terjadinya over stock dan dead stock di gudang, maka tugas yang lain dari seorang kepala gudang adalah menurunkan stock gudang dan menjaganya pada level aman dan safety.

Bagaimanakah caranya ? Di bawah ini saya berikan ulasan dan cara - cara yang bisa anda lakukan untuk menurunkan stock gudang tersebut. Cara tersebut saya susun berdasarkan pengetahuan yang saya dapatkan selama lebih dari lima belas tahun menjadi seorang kepala gudang dengan pengalaman bekerja di tiga buah perusahaan yang berbeda. Silahkan anda membaca ulasannya di bawah ini.

Tuntutan persaingan dengan perusahaan kompetitor dan juga persaingan industri yang semakin ketat serta biaya produksi dan distribusi yang selalu naik setiap tahun mau tidak mau memaksa setiap perusahaan untuk melakukan efisiensi di segala sektor dan menemukan ide - ide baru agar tetap bisa bertahan.

Gudang sebagai salah satu tempat menyimpan sebagian besar asset perusahaan (dalam wujud material dan sparepart) juga harus melakukan efisiensi yaitu dengan cara menurunkan stock gudang.

Pertanyaannya kemudian apakah tidak beresiko dengan pengetatan pembelian barang tersebut nantinya? Apakah supply ke line produksi tidak akan terganggu? Resiko sudah pasti ada, oleh karena itu tugas anda sebagai kepala gudang untuk memonitor dan meminimalkan terjadinya potensi gangguan tersebut. Apakah bisa ? Tentu saja bisa, syaratnya adalah konsistensi terhadap metode yang anda jalankan.

Beberapa cara atau kiat untuk menurunkan level stock material di gudang antara lain :
  • Pastikan kondisi stock gudang selalu update dan akurat.
  • Minimalkan buffer stock gudang, jika sebelumnya anda mempunyai buffer 1% dari jumlah stock barang, maka anda bisa menurunkannya ke level 0,5% dan bahkan untuk beberap material anda bisa menekannya lagi di bawah itu. Di butuhkan keberanian dari anda untuk melakukan hal itu, namun anda harus yakin untuk mencobanya.
  • Meminta kepada pihak purchasing agar melakukan negosiasi terhadap supplier yang memberlakukan kebijkan minimum order. Minta mereka melakukan pembelian sesuai kebutuhan saja dan buffer yang sudah anda tetapkan. Apakah bisa ? Pengalaman saya bisa, terutama untuk material packaging seperti karton box, sterofoam dan juga peti.
  • Fokus kepada delivery order barang, mengingat kebanyakan supplier di Indonesia sangat sulit untuk kirim barang tepat waktu dengan berbagai alasan, maka anda bisa melakukan informasi kepada purchasing agar barang kebutuhan produksi bisa di kirim satu hari sebelum kegiatan produksi.
  • Meminta kepada pihak produksi agar menurunkan reject yang di akibatkn oleh proses produksi.
  • Mengurangi reject gudang dengan cara meminimalkan kesalahan handling pada saat terima barang maupun saat alokasi penempatan barang di gudang.
  • Dan sebagainya.
Itulah beberapa cara dan kiat yang bisa anda lakukan sebagai langkah untuk menurunkan stock gudang. Dengan menurunkan jumlah stock barang di gudang dalam kondisi yang ideal maka anda akan secara langsung telah mengurangi bahkan menghilangkan biaya - biaya yang tidak di perlukan seperti membayar lembur operator untuk handling barang dan sebagainya. Dengan usaha keras tersebut maka anda sebagai Kepala Gudang telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap perusahaan terutama dalam menyehatkan cashflow perusahaan. 

Demikianlah artikel tentang  kiat sederhana menurunkan stock material di gudang. Semoga berguna dan dapat menambah wawasan anda.

Terima kasih atas kunjungan anda ke blog saya.

Pujakesuma
Hi there, my name is Pujakesuma. I'm a blogger from Indonesia. I like travelling, blogging, reading a book, and listen to the music. Nama Saya Pujakesuma, Seorang blogger yang menyukai dunia Blogging, Travelling, Membaca dan Mendengarkan musik

Related Posts

Post a Comment

Subscribe To Our Newsletter