Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian dan Parameter Buffer Stock

Buffer Stock
credit:https://www.mbaskool.com/

Merupakan sebuah hal yang sangat penting dalam sebuah bisnis untuk mengaplikasikan metode dan praktik terbaik jumlah buffer stock yang Anda pertahankan untuk setiap barang sudah tepat.

Pengertian Buffer Stock

Buffer stock adalah volume (jumlah) barang tambahan yang disimpan untuk memenuhi permintaan atau fluktuasi penawaran di masa depan yang datangnya tiba-tiba (mendadak). 

Dengan kata lain, buffer stock adalah stok cadangan atau bisa disebut juga sebagai stok penyangga untuk melindungi jika terjadi permintaan dimasa depan yang tidak pasti. Buffer stock disimpan sebagai cadangan tambahan untuk mempersiapkan situasi bisnis yang tidak pasti tersebut.

Dalam dunia bisnis buffer stock juga dikenal sebagai stok strategis atau safety stock atau buffer inventory, dan ini adalah aspek penting dalam manajemen persediaan (Inventory management).

Bagaimana Cara Mengaplikasikan Buffer Stock?

Untuk melakukan metode ini, maka Anda perlu melakukan analisis seperti dibawah ini:

1. Lakukan pencatatan untuk setiap item dengan tepat

 2. Hitung jumlah perkiraan yang dibutuhkan

3. Catat jumlah penggunaan aktual

4. Catat jumlah stok pengaman untuk masing-masing item selama kurun waktu tiga bulan sebelumnya

Untuk setiap produk di setiap bulan tambahkan jumlah stok pengaman ke peramalan, sebagai berikut:

Prakiraan + Stok Pengaman = Total Stok Tersedia yang Direncanakan untuk Bulan

Maka hasilnya adalah total stok yang tersedia yang direncanakan untuk bulan itu. Ini adalah jumlah yang ingin Anda jual atau gunakan ditambah dengan stok asuransi Anda untuk menutupi permintaan yang tidak terduga atau keterlambatan dalam menerima pengiriman atau pengisian ulang (reorder). 

5. Kurangi dari jumlah tersebut dengan jumlah penggunaan aktual untuk bulan tersebut. Dan hasilnya disebut sebagai "Persediaan sisa".

Total Stok Tersedia yang Direncanakan untuk Bulan Ini – Penggunaan Aktual = Sisa Persediaan.

6. Ubah kuantitas (jumlah) persediaan sisa menjadi jumlah persediaan hari, kemudian bagi jumlahnya dengan permintaan harian (misalnya, perkiraan bulanan Anda dibagi 30), maka :

Persediaan Residu (Perkiraan 30) = Persediaan Hari Persediaan Residu

Dalam bulan - bulan tertentu jika persediaan sisa kurang dari jumlah minimum persediaan hari (tiga atau empat hari adalah angka yang umum digunakan), maka jumlah perkiraan ditambah dengan jumlah persediaan pengaman tidak cukup untuk memenuhi penggunaan aktual dan sangat mungkin terjadi kehabisan persediaan. 

Dalam hal ini, Anda harus mempertimbangkan untuk meningkatkan jumlah persediaan pengaman atu buffer stock. Mengapa tidak mendasarkan analisis ini pada pasokan nol hari? 

Jawabannya adalah karena Anda mungkin mengalami beberapa kehilangan penjualan karena jumlah yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sebagai contoh misalnya, mereka menginginkan 5 buah, akan tetapi Anda hanya memiliki satu bagian dari barang yang tersedia dan pelanggan tidak melakukan pemesanan. 

7. Hitung dan catat berapa banyak potensi kehabisan stok yang terjadi selama periode tiga bulan dan bagi jumlahnya dengan jumlah kemungkinan kehabisan stok. Maksudnya adalah bulan-bulan dengan penjualan atau penggunaan aktual selama tiga bulan sebelumnya. 

Sebagai contoh misalnya:

Penggunaan produk dalam 3 bulan = 12.000 Pc

Nilai sisa inventaris kurang dari pasokan tiga hari = 600 Pc

Maka,

Persentase kehabisan stok Potensial = 600 / 12.000 = 5%

Sementara itu, perkiraan tingkat layanan pelanggan adalah kebalikan dari persentase kehabisan stok di atas atau 95%. 

Ini menunjukkan bahwa 95% dari waktu Anda harus memiliki stok yang cukup untuk memenuhi harapan pelanggan akan ketersediaan produk (item) tersebut.

Kemudian, jika analisis persediaan sisa menunjukkan bahwa suatu produk secara konsisten memiliki jumlah persediaan sisa yang mewakili lebih dari persediaan “X” hari (nilai normatif adalah 21 hari), pertimbangkan untuk mengurangi jumlah persediaan pengaman untuk item ini dan investasikan uang yang disimpannya dalam persediaan pengaman tambahan untuk produk penting yang baru saja mengalami satu atau lebih kehabisan stok.

5 Indikator dan Parameter Buffer Stock

Beberapa jenis indikator dan parameter utama untuk metode buffer stock adalah sebagai berikut:

1. Peramalan yang akurat (Accurate forecasting)

Parameter yang pertama ini sangat penting untuk mengetahui buffer stock Anda. Peramalan mengenai jumlah permintaan dan jumlah penawaran dapat membantu Anda dalam mengevaluasi volume yang akan diperlukan untuk kebutuhan buffer stock.

2. Frekuensi pengisian ulang (Refill frequency)

Tren yang berkangsung dan frekuensi pengisian ulang di masa lalu dapat membantu untuk mengisi kembali stok persediaan Anda. Yang dimaksud dengan frekuensi misalnya sebulan sekali atau dua bulan sekali, dimana hal itu dapat membantu rencana perusahaan dengan lebih baik.

3. Lead Time

Lead time adalah periode yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menghasilkan sejumlah barang (item) yang dibutuhkan.

Untuk merencanakan buffer stock, maka stocking harus sinkron dengan lead time sehingga bisa diputuskan apakah akan ditunda atau akan didatangkan lebih awal.

4. Keberpihakan produk (Product perishability)

Faktor usia simpan atau mudah rusaknya barang adalah parameter yang sangat penting untuk perencanaan buffer stock yang baik.

5. Variasi musiman (Seasonal variations)

Variasi musiman juga merupakan indikator / parameter yang perlu diperhatikan dengan menyimpan buffer stock.

Keuntungan Mengaplikasikan Buffer Stock

Berikut ini adalah beberapa keuntungan buffer stock, antara lain:

1. Pencegahan dari fluktuasi permintaan-penawaran

2. Dapat menghasilkan menghasilkan pendapatan yang stabil

3. Dengan memiliki buffer stock, kerugian peluang tidak terjadi

Kekurangan Buffer Stock

Dan berikut ini adalah beberapa kekurangan dari buffer stock, antara lain:

1. Dalam kasus usia simpan yang lebih pendek, produk bisa rusak dan tidak berguna.

2. Biaya overhead tambahan dalam membeli dan menyimpan stok tersebut.

Dalam situasi persaingan bisnis yang sangat kompetitif seperti saat ini, sangat penting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang Anda investasikan dalam inventaris (persediaan) berkontribusi untuk mencapai tujuan manajemen inventaris yang efektif. 

Menentukan item apa saja yang harus Anda stok berdasarkan jumlah pesanan pelanggan untuk produk dan menyesuaikan jumlah buffer stock dengan analisis inventaris sisa adalah alat yang berharga dalam upaya ini. 

Jika Anda sudah menerapkan metode buffer stock dengan baik, maka risiko Anda untuk kehilangan pelanggan setia Anda menjadi sangat kecil, sementara disisi lain upaya tersebut dapat menjamin kelangsungan bisnis Anda dan tidak akan kalah dalam persaingan dengan kompetitor Anda.

Demikianlah ulasan artikel mengenai  Penyesuaian Kuantitas Buffer Stock. Semoga uraian singkat ini bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan serta wawasan Anda.

Post a Comment for "Pengertian dan Parameter Buffer Stock"