Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Jenis Gangguan Umum Pada Manajemen Rantai Pasokan

 

5 Jenis Gangguan Umum Pada Manajemen Rantai Pasokan

5 Jenis Gangguan Umum Pada Manajemen Rantai Pasokan  - Setiap tahun, perusahaan manufaktur saat ini mendedikasikan waktu, sumber daya, dan personelnya untuk merancang sebuah strategi perencanaan dan produksi yang dirancang untuk mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan dan hambatan di setiap titik kontak rantai nilai.

Apakah kita sedang membahas platform perencanaan terintegrasi, urutan produksi yang cerdas, atau logistik transportasi, kemampuan untuk bereaksi dan memperbaiki gangguan pada produksi, inventaris, atau transportasi sangat bergantung pada pemahaman terkait dengan jenis gangguan dan seberapa besar gangguan tersebut beresiko ppada perusahaan manufaktur. 

Mengingat sifat rantai pasokan global saat ini yang saling berhubungan dan jaringan fasilitas produksi, gudang, dan pusat transportasi yang begitu luas, maka ada lebih banyak peluang daripada sebelumnya bagi perusahaan manufaktur untuk menghadapi gangguan atau kerusakan di lebih banyak titik kontak di seluruh jaringan rantai pasokan mereka.

Namun, ini juga berarti bahwa ada lebih banyak informasi yang tersedia bagi perusahaan daripada sebelumnya tentang berbagai jenis gangguan rantai pasokan dan metode yang dapat diterapkan oleh perusahaan untuk mengurangi resiko gangguan ini.

Apakah risikonya berupa faktor internal (terkandung di dalam dinding operasional perusahaan dan tunduk pada mitigasi oleh perencana logistik dan Manajer logistik) atau faktor eksternal (faktor di luar kendali perusahaan yang mungkin sulit untuk dipersiapkan dengan benar, seperti masalah efisiensi dengan pemasok atau mitra).

Ada sebuah ungkapan yang mengatakan, "Pengetahuan Adalah Kekuatan" sangat membantu perusahaan manufaktur untuk menavigasi dan mengatasi gangguan sambil memastikan kelanjutan program produksi untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Dengan mengingat hal ini, mari kita periksa jenis gangguan rantai pasokan yang paling umum dan bagaimana gangguan tersebut muncul dalam dunia manufaktur global saat ini.

5 Jenis Gangguan Umum Pada Manajemen Rantai Pasokan, antara lain:

  • Respons terhadap tren teknologi
  • Peristiwa alam dan lingkungan
  • Perencanaan dan peramalan
  • Peraturan pemerintah
  • Transportasi dan logistik pengiriman

Baiklah, saya akan coba untuk membahas kelima jenis gangguan tersebut lebih detail dalam uraian berikut ini.

1. Respons Terhadap Tren Teknologi

Saya telah membahas panjang lebar di artikel sebelumnya tentang perlunya produsen, pemasok, dan pemain penting lainnya dalam rantai pasokan untuk membuang metode perencanaan permintaan, analisis data, dan metode berbasis Excel yang manual atau berbasis Excel lainnya dan berganti dengan peramalan yang terintegrasi, cerdas dengan menggunakan solusi perangkat lunak. Anda bisa membacanya di blog saya ini juga.

Di zaman modern, ketika visibilitas, transparansi, dan ketangkasan E2E adalah pendorong utama dalam menciptakan aliran rantai pasokan yang ramping dan responsif. Konsep seperti Industri 4.0, Big Data, Internet of Things (IoT), dan lainnya sangat penting bagi keberhasilan perusahaan dalam jaringan produksi di seluruh dunia. 

Exchange to exchange (E2E), dalam konteks IT adalah interaksi antara situs web dan bisnis yang mengoperasikannya. 

Tren teknologi terbesar saat ini, terutama dalam perencanaan dan alokasi produksi seperti rencana untuk setiap bagian dan setiap interval, memungkinkan perencana logistik untuk melihat seluruh situasi rantai pasokan dan memastikan efisiensi program produksi untuk pengiriman tepat waktu dan meningkatkan kepuasan pelanggan. 

Menanggapi perkembangan pesat dalam teknologi rantai pasokan ini, jika diterapkan tanpa strategi yang komprehensif, dapat mengakibatkan gangguan karena perusahaan mencoba mengintegrasikan teknologi baru dengan sistem lama.

2. Peristiwa Alam Dan Lingkungan

Berakar kuat di faktor resiko eksternal, bencana alam atau lingkungan adalah salah satu resiko gangguan yang paling sulit untuk dipecahkan dan di atasi, namun merupakan salah satu jenis gangguan yang paling berpotensi untuk merusak jaringan rantai pasokan. 

Khususnya karena dampak perubahan iklim global terus merebak di seluruh dunia dewasa ini, maka para produsen perlu menyadari jejak karbon mereka dan dampak operasi mereka terhadap keseimbangan iklim dunia. 

Selain itu, perusahaan harus mengatasi kemungkinan bencana alam dalam membuat dan menggunakan platform manajemen rantai pasokan mereka. Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur di Indonesia harus memahami dan memperhitungkan potensi banjir atau kebakaran hutan dan menganalisa bagaimana kejadian ini dapat merusak jaringan rantai pasokan dan produksi mereka, serta rencana darurat yang tepat untuk mempertahankan tingkat produksi jika peristiwa tersebut benar - benar terjadi.

3. Perencanaan Dan Peramalan

Kemampuan untuk secara akurat merencanakan dan meramalkan permintaan dimasa depan berdasarkan sejarah produksi dan pasokan masa lalu mungkin merupakan salah satu pendorong utama dalam menghindari gangguan dan mempromosikan program manufaktur yang berkelanjutan. 

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, solusi perangkat lunak cerdas dan kapasitasnya untuk visibilitas E2E (Exchane to Exchange) adalah bagian besar dalam perencanaan dan perkiraan yang akurat. Namun demikian, pemahaman dan strategi mendasar dari situasi rantai pasokan dan kapasitas produksi perusahaan manufaktur juga merupakan kunci dalam upaya ini. 

Pemahaman tentang ruang lingkup jaringan produksi perusahaan, kapasitas fasilitas, pengelolaan halaman, pengelolaan kontainer, dan pengelolaan transportasi adalah proposisi nilai tambah dalam menetapkan program produksi ke jaringan yang tepat dan pada waktu yang tepat.

4. Peraturan Pemerintah

Resiko eksternal lain untuk gangguan rantai pasokan, pembatasan dan peraturan pemerintah dengan cepat menjadi rintangan umum yang harus diatasi perusahaan dalam strategi manajemen rantai pasokan mereka, terutama karena jaringan produksi global menjadi lebih berbeda dan memasuki pasar baru dan yang sedang berkembang. 

Regulasi terkait dengan perpajakan, pembatasan perdagangan, kontrol perbatasan, dan undang-undang ketenagakerjaan adalah elemen penting yang harus ditangani oleh perencana dan Manajer logistik dalam menyusun strategi produksi dan pasokan. 

Misalnya, perusahaan manufaktur yang ingin mengangkut suku cadang komponen dari jaringan mereka di Indonesia ke fasilitas milik mereka di China, harus memperhitungkan waktu tunggu tambahan dalam inspeksi dan peraturan bea cukai China. 

Kegagalan untuk mengatasi tahap tambahan dalam transportasi dan pengiriman ini dapat mengakibatkan pesanan tidak dipenuhi sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

5. Transportasi Dan Logistik Pengiriman

Biaya bahan bakar, Efisiensi rute, Komplikasi pelabuhan, ini hanyalah beberapa dari masalah yang harus dipertimbangkan oleh perencana dan Manajer logistik ketika menyusun strategi untuk menghindari gangguan dalam hal pengangkutan produk dan suku cadang ke pelanggan di seluruh dunia. 

Sementara metrik, analitik, dan pelaporan terperinci dapat menjadi proposisi nilai penting dalam menghindari gangguan berbasis pengangkutan dan memanfaatkan prinsip-prinsip transportasi yang ramping, strategi manajemen transportasi yang kuat harus mencakup rencana kontinjensi dengan mitra pengangkutan untuk memastikan kelanjutan pergerakan produk jika terjadi gangguan. 

Selain itu, perencana dan Manajer logistik juga harus mempertimbangkan faktor pengelolaan peti kemas dan halaman karena faktor tersebut juga penting dalam memastikan suku cadang yang tepat tersedia pada waktu yang tepat untuk program produksi. 

Semoga artikel tentang 5 Jenis Gangguan Umum Pada Manajemen Rantai Pasokan, dapat memperkaya wawasan ilmu pengetahuan Anda.

Kunjungi blog saya di www.mediascm.xyz untuk membaca artikel - artikel menarik lainnya.

Post a Comment for "5 Jenis Gangguan Umum Pada Manajemen Rantai Pasokan "