-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Strategi Penyimpanan Zat Dan Bahan Kimia Di Gudang Untuk Mencegah Terjadinya Kebakaran

Post a Comment

Strategi Penyimpanan Zat Dan Bahan Kimia Di Gudang Untuk Mencegah Terjadinya Kebakaran
image via pixabay

Strategi Penyimpanan Zat Dan Bahan Kimia Di Gudang memiliki perbedaan dengan strategi penyimpanan bahan baku dan raw material non chemical. Perbedaan tersebut mutlak diperlukan karena karakteristik dan kandungan serta spesifikasi yang berbeda pula. Dalam strategi Penyimpanan Zat Dan Bahan Kimia Di Gudang di perlukan perlakuan khusus terhadap masing - masing jenis dan sifat bagan kimia (chemical) yang akan di simpan.

Pengenalan sifat dan jenis bahan kimia akan lebih memudahkan Anda dalam cara penanganannya, misalnya  cara pencampuran, cara mereaksikan, cara pemindahan atau transportasi, dan cara penyimpanannya. Pengetahuan secara detail dan mendalam tentang nama dan kegunaan alat dan bagaimana cara penggunaannya juga sangat penting. 

Sebagai contoh misalnya alat-alat gelas harus diperiksa terlebih dahulu sebelum digunakan. Apakah ada bagian yang retak, pecah, atau kotor. Dalam artikel saya kali ini akan diuraikan tentang bagaimana cara penyimpanan bahan kimia di gudang sehingga kerusakan alat dan bahan-bahan kimia dapat dihindari, serta kemungkinan adanya bahaya-bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat penyimpanan dapat dicegah, misalnya terjadinya kebakaran.

Berikut ini adalah beberapa  hal yang penting dalam strategi penyimpanan zat dan bahan kimia di gudang, antara lain :

SUMBER DAN PENYEBAB KERUSAKAN BAHAN KIMIA

Bahan - bahan kimia yang disimpan didalam gudang dalam jangka waktu yang relatif lama secara perlahan - lahan akan mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekitar dan juga kelembaban ruang penyimpanan.

Paling tidak ada enam sumber dan penyebab kerusakan bahan kimia yang disimpan didalam gudang, sebagai berikut:

1. Faktor Udara (Kelembaban)

Di dalam udara terkandung zat oksigen (O2) dan uap air. Bahan-bahan kimia yang memiliki sifat higroskopis harus disimpan di dalam botol dan ditutup rapat. Bahan-bahan kimia jenis ini jika cara menyimpannya tidak benar, maka akan menjadi berair, bahkan dalam kasus yang parah dapat berubah menjadi larutan. 

Bahan-bahan yang mudah dioksidasi, dengan adanya kandungan oksigen di udara maka akan mengalami proses oksidasi. Contohnya bahan kimia Kristal besi (II) sulfat yang berwarna hijau muda, akan cepat berubah menjadi besi (III) sulfat kristal berwarna coklat muda. Hal tersebut dapat terjadi akibat dari botol tempat penyimpanannya tidak segera ditutup atau tidak ditutup dengan rapat dan ada bagian yang menyebabkan masuknya udara (oksigen).

2. Faktor Cairan (Air, Asam, Basa)

Ketika melakukan penyimpanan pastikan bahwa semua bahan kimia tersebut dalam keadaan kering. Tempatkan bahan kimia tersebut pada  tempat yang kering dan usahakan jangan langsung bersentuhan dengan lantai gudang. Dalam hal ini Anda dapat menggunakan pllet kayu atau plastik sebagai alasnya.

Bahan kimia akan mudah rusak jika dibiarkan dalam keadaan basah. Jadi sangat penting untuk memastikan bahan-bahan kimia tersebut disimpan dalam tempat yang kering, terutama untuk jenis  bahan kimia yang reaktif terhadap air. 

Zat - zat logam seperti Natrium, Kalsium, dan Calium akan bereaksi dengan air dan menghasilkan gas H2 (hidrogen) yang dapat dengan mudah untuk terbakar akibat suhu panas dari reaksi yang terbentuk. Sementara untuk zat-zat lain yang bereaksi dengan air secara hebat, seperti asam sulfat pekat, logam halideanhidrat, oksida non logam halide sebisa mungkin harus dijauhkan dari air atau disimpan dalam ruangan yang kering dan bebas kebocoran. 

Kebakaran yang terjadi akibat dari reaksi zat-zat kimia di atas tak dapat dipadamkan dengan menyiramkan air. Cairan yang bersifat asam mempunyai daya merusak yang jauh lebih hebat daripada air. Asam yang memiliki sifat gas, misalnya asam klorida bahkan jauh lebih ganas lagi. Penyebabnya adalah asam klorida bersama udara akan mudah berpindah dari tempat asalnya. Cara yang paling aman adalah dengan mengisolir zat kimia asam itu sendiri, yakni dengan menempatkannya dalam  botol khusus yang tertutup rapat dan ditempatkan dalam lemari penyimpanan khusus.

3. Faktor Mekanis (Tekanan)

Bahan-bahan kimia yang di simpan didalam gudang harus dihindarkan dari benturan atau tekanan yang besar, khususnya untuk bahan - bahan kimia yang mudah meledak, seperti zat ammonium nitrat, nitrogliserin, trinitrotoluene (TNT).

4. Sinar Matahari

Sinar Matahari, terutama sinar ultra violet (UV) sangat berpengaruh terhadap kualitas bahan-bahan kimia yang di simpan didalam gudang. Contohnya adalah larutan kalium permanganat, jika terkena sinar ultra violet secara langsung akan mengalami reduksi, sehingga akan merubah sifat larutan tersebut. 

Untuk menyimpan larutan kalium permanganat dianjurkan untuk menggunakan botol yang berwarna coklat. Kristal perak nitrat juga akan rusak apabila terkena sinar ultra violet, karena itu sangat penting penyimpanannya harus dihindarkan dari pengaruh sinar ultra violet secara langsung. 

5. Faktor Api

Seperti kita ketahui sebuah kebakaran dapat terjadi karena adanya tiga unsur yang berada dalam satu tempat secara bersama - sama.

Ketiga jenis komponen tersebut adalah sebagai berikut:
  • Ada bahan bakar
  • Adanya panas yang tinggi, yang bisa mengubah bahan bakar menjadi uap yang dapat terbakar.
  • Adanya oksigen 
Jika terjadi kondisi seperti diatas, maka oksigen akan mudah bereaksi dengan bahan bakar yang berupa uap yang sudah mencapai titik bakarnya akan menghasilkan api. Api inilah yang selanjutnya dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran. 

Bagaimana cara mencegahnya ?  Cara paling mudah untuk mencegah kebakaran tersebut adalah dengan mengisolir atau memindahkan salah satu dari ketida komponen tersebut. Cara berikutnya  adalah dengan menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar tersebut di tempat yang memiliki suhu rendah, sehingga temperaturnya tidak mudah naik dan tidak mudah berubah menjadi uap yang dapat terbakar.

6. Sifat Bahan Kimia

Bahan-bahan kimia yang disimpan didalam gudang memiliki sifat khusus masing-masing. Contohnya zat asam sangat mudah bereaksi dengan basa. Reaksi kimia yang terjadi bisa berlangsung dengan lambat atau secara tiba - tiba. 

Reaksi yang tiba - tiba  biasanya akan menimbulkan panas yang tinggi disertai dengan api. Ledakan dapat terjadi jika reaksi tersebut terjadi pada ruang penyimpanan yang tertutup dan memiliki sirkulasi udara yang buruk. Contoh dari sebuah reaksi yang bisa terjadi secara tiba - tiba adalah jika asam sulfat pekat yang diteteskan pada campuran kalium klorat padat dan gula pasir maka seketika akan terjadi api. Hal yang sama akan terjadi pada kristal kalium permanganate yang ditetesi dengan gliserin.

PENYIMPANAN BAHAN-BAHAN KIMIA

Strategi Penyimpanan Zat Dan Bahan Kimia Di Gudang Untuk Mencegah Terjadinya Kebakaran

Seringkali terjadi kasus kebakaran, ledakan dan kebocoran bahan - bahan kimia beracun yang di simpan didalam gudang yang sangat membahayakan.

Untuk mencegah dan meminimalkan terjadinya hal tersebut maka penting untuk memperhatikan faktor - faktor berikut ini:

a. Interaksi yang terjadi antara bahan kimia dengan wadahnya.

b. Periksa dan cari informasi apakah wadah yang digunakan tersebut aman dari reaksi bahan kimia yang ada di dalamnya. Jika ada kemungkinan reaksi maka ada kemungkinan untuk terjadinya kebocoran yang sangat membahayakan.

Syarat Gudang Penyimpanan Bahan Kimia Berbahaya Dan Beracun, Sebagai Berikut:
  • Ruangan bersuhu rendah atau dingin dan berventilasi baik
  • Ruang penyimpanan jauh dari bahaya kebakaran
  • Dipisahkan dari bahan-bahan yang mungkin bereaksi
  • Pastikan kran dari saluran gas harus tetap dalam keadaan tertutup rapat jika tidak sedang digunakan
  • Tersedia alat pelindung diri, pakaian kerja, masker, dan sarung tangan
  • Tersedia alat pemadam kebakaran (APAR) untuk bahan kimia
Syarat Gudang Penyimpanan Bahan Kimia Korosif, Sebagai Berikut:

  • Ruangan bersuhu renda atau dingin dan berventilasi baik
  • Wadah penyimpanan tertutup dan disegel
  • Dipisahkan dari zat-zat beracun
Syarat Gudang Penyimpanan Bahan Kimia Mudah Terbakar, Sebagai Berikut:

Perlu diketahui ada banyak jenis  bahan-bahan kimia yang dapat terbakar dengan sendirinya, terbakar jika terkena udara, terkena benda panas, terkena api, atau jika bercampur dengan bahan kimia yang lain. 

Fosfor (P) putih, fosfin (PH3), alkil logam, boran (BH3) misalnya bisa terbakar sendiri jika terkena udara. Pipa air, tabung gelas yang panas dapat menyalakan karbon disulfide (CS2). 

Dari sisi mudahnya bahan kimia terbakar, dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu:
  • Cairan yang terbakar di bawah temperatur -4 derajat Celcius, misalnya karbon disulfida (CS2), eter (C2H5OC2H5), benzena (C5H6, aseton (CH3COCH3).
  • Cairan yang dapat terbakar pada temperatur antara -4 derajat Celcius – 21 derajat Celcius, misalnya etanol (C2H5OH), methanol (CH3OH).
  • Cairan yang dapat terbakar pada temperatur 21 derajat Celcius – 93,5 derajat Celcius, misalnya kerosin (minyak lampu), terpentin, naftalena, minyak bakar.
Syarat penyimpanannya:
  • Temperatur rendah atau dingin dan berventilasi baik
  • Jauhkan dari sumber api atau panas, terutama loncatan api listrik dan bara rokok
  • Tersedia alat pemadam kebakaran

Syarat Gudang Penyimpanan Bahan Kimia Mudah Meledak, Sebagai Berikut:

Beberapa contoh bahan kimia yang mudah meledak misalnya ammonium nitrat, nitrogliserin, TNT.

Syarat penyimpanannya sebagai berikut:
  • Ruangan bersuhu rendah atau dingin dan berventilasi baik
  • Jauhkan dari panas dan api
  • Hindarkan dari gesekan atau tumbukan mekanis

Faktor - faktor  lain yang perlu menjadi pertimbangan dalam proses penyimpanan bahan - bahan kimia adalah lamanya waktu penyimpanan untuk zat-zat tertentu. Bahan kimia seperti Eter, paraffin cair, dan olefin akan membentuk peroksida jika terkena kontak dengan udara dan cahaya. 

Semakin lama disimpan maka akan semakin besar pula jumlah peroksida. Isopropil eter, etil eter, dioksan, dan tetrahidrofuran adalah zat yang sering menimbulkan bahaya akibat terbentuknya peroksida dalam penyimpanannya. Zat sejenis eter tidak boleh disimpan melebihi jangka waktu satu tahun, terkecuali ditambah dengan inhibitor. Zat Eter yang telah dibuka harus segera dihabiskan selama enam bulan.

PANDUAN UMUM PENYIMPANAN BAHAN KIMIA DI DALAM GUDANG

Berikut ini adalah panduan umum penyimpanan bahan kimia didalam gudang, antara lain:
  • Sediakan tempat penyimpanan khusus untuk masing-masing bahan kimia dan kembalikan bahan kimia ke tempatnya setelah digunakan. Pastikan bahan kimia tersebut telah tertutup dengan rapat.
  • Simpan bahan kimia dan peralatannya didalam lemari dan rak khusus penyimpanan.
  • Amankan rak dan unit penyimpanan lainnya. Pastikan rak memiliki bibir pembatas di bagian depan agar bahan kimia tersebut tidak mudah jatuh. Tindakan pencegahan ini penting terutama di kawasan yang rawan gempa bumi atau kondisi cuaca ekstrem lainnya.
  • Hindari menyimpan bahan kimia di atas bangku, kecuali bahan kimia yang sedang digunakan. Hindari juga menyimpan bahan dan peralatan di atas lemari,  jika terdapat sprinkler, jaga jarak bebas minimal 18 inci dari kepala sprinkler.
  • Jangan menyimpan bahan pada rak yang tingginya lebih dari 5 kaki (~1,5 m).
  • Hindari menyimpan bahan kimia yang berat di bagian atas karena akan menyebabkan tekanan mekanis.
  • Pastikan agar pintu keluar, koridor, area di bawah meja atau bangku, serta area peralatan keadaan darurat tidak dijadikan tempat penyimpanan peralatan dan bahan kimia. Area tersebut adalah area bebas yang tidak boleh digunakan untuk menyimpan barang.
  • Berikan label pada semua wadah bahan kimia dengan tepat. Letakkan nama pengguna dan tanggal penerimaan pada semua bahan yang dibeli untuk membantu kontrol inventarisnya.
  • Hindari menyimpan bahan kimia pada tudung asap kimia, kecuali bahan kimia yang sedang digunakan.
  • Simpan racun asiri (mudah menguap) atau bahan kimia pewangi pada lemari yang berventilasi baik. Jika bahan kimia tidak memerlukan lemari berventilasi, simpan di dalam lemari yang bisa ditutup atau rak yang memiliki bibir pembatas di bagian depan.
  • Simpan cairan yang mudah terbakar di lemari penyimpanan cairan yang mudah terbakar.
  • Jangan membiarkan bahan kimia yang disimpan didalam gudang terkena panas atau sinar matahari langsung.
  • Simpan bahan kimia dalam kelompok-kelompok bahan yang sesuai secara terpisah yang disortir berdasarkan abjad. 
  • Ikuti semua tindakan pencegahan terkait penyimpanan bahan kimia yang tidak sesuai.
  • Berikan tanggung jawab untuk fasilitas penyimpanan dan tanggung jawab lainnya di atas kepada satu penanggung jawab utama dan satu orang sebagai cadangan. Kaji ulang tanggung jawab ini minimal setiap satu tahun sekali.

PANDUAN UMUM TERKAIT WADAH DAN PERALATAN 

Berikut adalah panduan umum yang terkait dengan wadah dan peralatan, antara lain:
  • Gunakan perangkat pengaman sekunder, seperti wadah pengaman (overpack), untuk menampung bahan jika wadah utama pecah atau bocor.
  • Gunakan baki penyimpanan yang tahan korosi sebagai perangkat pengaman sekunder untuk tumpahan, kebocoran, atau tetesan. Wadah polipropilena sesuai untuk sebagian besar tujuan penyimpanan.
  • Sediakan lemari berventilasi di bawah tudung asap kimia untuk menyimpan bahan berbahaya.
  • Segel wadah untuk meminimalkan terlepasnya uap yang korosif, mudah terbakar, atau beracun.

PANDUAN UMUM TERKAIT PENYIMPANAN DINGIN (COLD STORAGE)

Berikut adalah panduan penyimpanan dingin (cold storage) antara lain:
  • Gunakan lemari penyimpanan bahan kimia hanya untuk menyimpan bahan kimia. 
  • Jangan menyimpan bahan kimia yang mudah terbakar dalam lemari es, kecuali penyimpanan bahan tersebut telah disetujui. 
  • Semua wadah harus tertutup rapat dan stabil. 
  • Berikan label pada semua bahan dalam lemari es dengan isi, pemilik, tanggal perolehan atau penyiapan, dan sifat potensi bahayanya.
  • Tata isi berdasarkan pemilik, namun pisahkan bahan yang tidak sesuai. Tata isi dengan memberi label pada rak dan tempelkan skema penataan di luar unit.
  • Setiap satu tahun, kaji ulang semua isi dari masing-masing unit penyimpanan dingin tersebut. Buang semua bahan tidak berlabel, tidak diketahui, atau tidak diinginkan.

Demikianlah artikel tentang Strategi Penyimpanan Zat Dan Bahan Kimia Di Gudang Untuk Mencegah Terjadinya Kebakaran. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan Anda.

Referensi:
https://lordbroken.wordpress.com/
Pujakesuma
Hi there, my name is Pujakesuma. I'm a blogger from Indonesia. I like travelling, blogging, reading a book, and listen to the music. Nama Saya Pujakesuma, Seorang blogger yang menyukai dunia Blogging, Travelling, Membaca dan Mendengarkan musik

Related Posts

Post a Comment

Subscribe To Our Newsletter