-->

Ad Unit (Iklan) BIG

Penyebab Data Stock Material Tidak Akurat (Update Terbaru)

Post a Comment
Penyebab Data Stock Material Tidak Akurat (Update Terbaru)
image : pixabay

Apakah yang menjadi Penyebab Data Stock Material Tidak Akurat ? Cari tahu penyebabnya dengan membaca artikel di bawah ini.

Salah satu tolak ukur keberhasilan pengelolaan dan manajemen gudang adalah akurasi data stock. Jika data stock yang di sajikan oleh gudang akurat maka sudah pasti aspek lain di gudang juga baik. Karena apa ? Karena untuk menghasilkan sebuah data stock yang akurat harus di dukung oleh faktor dan aspek lain yang saling berhubungan sehingga hasilnya adalah data stock yang akurat. Sangat mustahil menghasilkan sebuah data stock yang akurat jika manajemen pengelolaan gudangnya tidak baik.

Bagi anda selaku Manager Gudang, Kepala Gudang, Staff Gudang ataupun Operator Gudang harus mempelajari bagaimana agar pengelolaan gudang bisa berjalan dengan baik. Tentunya sesuai dengan tugas pekerjaan dan kewenangannya masing - masing. Pahami tugas dan wewenang anda dan kembangkan ide - ide baru yang menunjang dan memudahkan tugas - tugas anda.
Supaya dapat melakukan preventive (pencegahan) dan juga corrective action (perbaikan) terhadap masalah - masalah yang menjadi penyebab tidak akuratnya data stock gudang, maka anda sebaiknya membaca uraian di bawah ini.

"Penerapan SOP Gudang Dengan Baik Akan Mencegah Terjadinya Penyebab Data Stock Tidak Akurat Di Gudang"

Penyebab data stock tidak akurat, antara lain :

1. Layout Gudang Buruk.

Design layout atau tata letak gudang sangat mempengaruhi banyak aktivitas di gudang. Sebuah gudang yang baik bukanlah gudang yang luas saja, melainkan penataan dan pemanfaatan area gudang secara maksimal dan tepatlah yang akan menjadikan gudang lebih baik. Desain layout menyangkut banyak hal seperti pengaturan letak barang, penyusunan barang, mekanisme pengambilannya dan sebagainya.

Tata letak Ruangan di dalam warehouse  ini  juga perlu dialokasikan secara efisien untuk menerima barang dari suplier. Ruangan tersebut  harus dialokasikan untuk penerimaan barang, persiapan pesanan, pemuatan pesanan dan pengiriman, memilih pesanan, perakitan pesanan, dan juga kantor gudang sendiri.

Dengan tata letak gudang yang terorganisir dengan baik, maka barang dapat diambil dan dikirim dengan cepat dan mudah. 


Pertimbangan lain dari tata letak gudang yang baik adalah menentukan apakah bin atau slot adalah tetap atau mengambang. Barang  yang akan disimpan dalam slot tetap ditentukan sebelumnya dan jarang berubah di bandingkan dengan slot mengambang. Tata letak yang dioptimalkan dengan baik juga membantu karyawan untuk memastikan kapan penambahan bin perlu dilakukan untuk memastikan gudang memiliki pemanfaatan ruang optimal, mengurangi biaya penyimpanan, dan meningkatkan efisiensi karyawan. Dengan demikian maka peluang barang akan slip akibat tidak terkontrol akan semakin kecil.

2. Sistem Penerimaan Barang Buruk

Penerimaan barang adalah awal di mana proses pengelolaan material di mulai di dalam gudang. Harus di siapkan sistem penerimaan barang dengan detail misalnya Instruksi Kerja (IK), Proses pengecekannya ( Apakah random atau cek 100%), Mekanisme jika barang yang di terima tidak sesuai (Prosedurnya bagaimana, kemudian apa yang harus di lakukan) dan sebagainya.

Penerimaan bahan baku dan barang lainnya di gudang adalah kegiatan operasional yang harus dijalankan dengan efektif dan efisien.
Penggunaan teknologi baru seperti RFID pelacakan  dan pelabelan yang tepat menjadi hal yang sangat penting. Label yang bagus akan meningkatkan kecepatan dan efisiensi proses penerimaan gudang dan mengurangi kesalahan yang mahal.

Tidak peduli seberapa bagusnya system manajemen gudang semuanya dimulai dengan kualitas proses penerimaan barang yang baik. Penerimaan barang adalah awal dari semua aktivitas pergudangan.

3. Sistem Storage (Penyimpanan) Buruk.

Selain penerimaan, sistem penyimpanan barang yang buruk juga menjadi penyebab tidak akuratnya data stock gudang. Penyimpanan di sini menyangkut misalnya letak barang, pengelompokan barang sejenis, pengelompokan barang chemical dan sebagainya. Semua harus ada Instruksi Kerjanya (IK).

Sebuah label informatif dapat memberikan sebuah perbedaan antara yang efisien dan baik dalam menjalankan operasi gudang dan mencegah produk hilang dan  ketidakefisienan proses kerja. Tidak peduli apa pun jenis sistem kontrol inventaris yang digunakan, Semua harus diberikan label sebagai salah satu alat informasi.
Beberapa jenis Informasi penting yang biasanya tercantum pada label mencakup nama pemasok, nomor pesanan pembelian terkait, palet label dan kuantitas, kasus label dan kuantitas, nomor produk, deskripsi, jumlah paket dan SKU.


Berikut ini contoh penempatan barang di gudang yang tertata dengan baik.


Penyebab Data Stock Material Tidak Akurat (Update Terbaru)
image : fickr.com


Pergerakan dan perpindahan letak posisi barang harus selalu di update. Usahakan perpindahan posisi letak barang jangan terlalu sering dilakukan. Karena itu konsep layout penempatan barang harus sudah di pikirkan dari awal dengan matang. Seringnya perpindahan letak posisi barang  sebagai akibat dari susahnya melakukan pengambilan barang karena letaknya yang tertutup barang lain adalah posisi letak barang menjadi tidak update  lagi. Peluang terjadinya lost control juga lebih besar karena seringnya perpindahan letak posisi barang.

5. Order Picking.

Pengambilan material juga bisa menjadi penyebab tidak akuratnya data stock. Proses order picking ini sangat berkaitan dengan proses movement barang di atas.

6. Kesalahan Pengiriman.

Ini adalah masalah paling umum dan paling sering terjadi di gudang. Kesalahan jumlah barang yang tidak sesuai dengan voucher produksi akan sangat mempengaruhi data stock. Jika terdeteksi dan ketahuan mungkin sedikit lebih baik karena bisa segera di lakukan koreksi, tetapi jika tidak terdeteksi maka akan sangat berbahaya. Jadi sebaiknya sebelum barang di kirim harus di cek kembali agar lebih yakin bahwa jumlahnya sudah benar dan sesuai.

Salah satu aspek yang turut memberikan andil terhadap kesalahan pengiriman barang adalah ukuran kemasan barang yang salah.


Anda mungkin tidak menyadarinya namun jika Anda memiliki bisnis e-commerce baru, maka cara Anda mengemas produk sangat penting bagi pelanggan Anda. Pertama-tama, jika Anda mencampur terlalu banyak item ke dalam satu kotak, pelanggan Anda akan sedikit kecewa. Anda berisiko merusak item karena mereka diangkut dan ditumpuk dalam pengiriman.  Anda harus membatasi jumlah ruangan dengan bungkus gelembung sebagai pelindung. Kedua, dengan mencampur beberapa item dalam satu kotak maka akan meningkatkan kemungkinan kesalahan dari operator gudang dalam menghitung jumlah keseluruhan barang yang di kirmkan kepada pelanggan.

7. Menunda Update Kartu Stock.

Idealnya adalah segera setelah terjadi transaksi dan mutasi material, maka kartu stock juga harus secepatnya di update. Kebiasaan yang sering terjadi adalah operator gudang  sering menunda untuk mengupdate transaksi yang terjadi, sehingga akhirnya lupa karena sudah sibuk dengan aktivitas yang lain. Hal ini harus di hindari mengingat resiko nya adalah data stock menjadi tidak akurat. 

Hal yang sering menjadi alasan mengapa operator gudang menunda untuk langsung mengupdate transaksi kedalam kartu stock adalah sibuk. Hal seperti ini bukanlah sebuah alasan yang bisa di terima begitu saja. Transaksi yang terjadi harus segera di catat, karena jika tidak maka akhirnya lupa. Dan lupa selalu menjadi alasan paling sering kita dengar.

8. Tidak Pernah Di Lakukan Stock Opname.


Stock opname adalah aktivitas perhitungan fisik barang secara aktual di gudang. Stock opname bisa di lakukan dalam beberapa metode dan cara. Secara Umum stock opname bisa di lakukan secara harian (daily) dengan sistem random material. Kemudian bisa juga di lakukan secara bulanan (monthly), tiga bulan sekali, enam bulan sekali dan yang paling minimal adalah setahun sekali.


Stock opname di gunakan selain dari untuk mengetahui nilai asset barang di gudang juga bisa di gunakan untuk melakukan koreksi data dan rekonsiliasi data stock material. Jika stock opname tidak pernah di lakukan akan sangat berbahaya akibatnya. 

Demikianlah sekelumit tentang penyebab data stock material tidak akurat. Next time kita akan membahasnya lebih dalam dan lebih detail lagi masalah - masalah tersebut supaya semakin jelas apa masalah pokoknya dan bagaimana solusinya. Jadi tunggu artikel berikutnya dari blog ini.
Pujakesuma
Hi there, my name is Pujakesuma. I'm a blogger from Indonesia. I like travelling, blogging, reading a book, and listen to the music. Nama Saya Pujakesuma, Seorang blogger yang menyukai dunia Blogging, Travelling, Membaca dan Mendengarkan musik

Related Posts

Post a Comment

Subscribe To Our Newsletter